A

A. Definisi
Renal oncocytoma atau Onkositoma Ginjal adalah sebuah tumor yang tergolong jinak pada ginjal. Onkositoma ginjal merupakan tumor ginjal jinak yang paling umum setelah angiomyolipoma.5 Onkositoma ginjal terdiri atas onkosit dengan sitoplasma eosinofilik granular.3 Tumor tersebut berasal dari onkosit yang merupakan sel epitel besar dengan sitoplasma yang memiliki banyak mitokondria yang mengalami distorsi.1 Onkositoma ginjal dapat tumbuh hingga sangat besar dan seringkali salah diartikan sebagai karsinoma sel renal.1
Tumor jinak ini dijelaskan pertama kali pada tahun 1942 oleh Zippel dan merupakan wujud patologis yang berbeda dari yang lain. Pada tahun 1967, Klein dan Valensi menerbitkan beberapa kasus pasien yang menderita onkositoma dan menyoroti ciri-ciri patologis yaitu penderita onkositoma biasanya juga menderita renal carcinoma cell (RCC).4 Onkositoma ginjal ditemukan secara tidak sengaja, dan keluhan gejala paling umum dari penderita onkositoma ginjal adalah pasien mengalami hematuria atau kencing darah.1

B. Etiologi
Penyebab pasti dari Onkositoma Ginjal masih belum diketahui hingga saat ini. Akan tetapi, para peneliti beranggapan bahwa perubahan pada DNA mitokondria setelah lahir dapat menjadi faktor berkembangnya tumor ini.1 Onkositoma yang dipengaruhi oleh sindrom genetik disebabkan karena perubahan atau mutasi pada gen tertentu.1
Onkositoma ginjal terkadang terjadi pada orang yang memiliki sindrom genetik tertentu seperti sindrom Birt-Hogg-dube atau Tuberous sclerosis.1 Pada penderita sindrom tersebut onkositoma ginjal biasanya menyerang kedua ginjal yang disebut juga onkositoma multiple atau bilateral.1
Kebanyakan onkositoma ginjal tidak diwariskan. Umumnya terjadi secara sporadis pada orang-orang yang keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit tumor. 1

C. Patofisiologi
Onkositoma ginjal dapat berkembang menjadi tumor yang sangat besar dikarenakan perkembangan dari sel ductus pengumpul.3 Sel ductus pengumpul atau yang biasa disebut sel dari tubulus pengumpul (tubulus kolektivus) tersebut membelah di satu area yang menimbulkan tumor jinak pada ginjal.3
Onkositoma ginjal pada dasarnya adalah kumpulan onkosit yang asal-usul selnya dianggap juga dapat berasal dari sel interkari dari bagian kortikal yang merupakan bagian dari tubulus pengumupul.3

D. Epidemiologi
Onkositoma ginjal cenderung lebih sering di diagnosis pada pria dibangdingkan wanita.3 Rentangan usia yang banyak di diagnosis terkena onkositoma ginjal adalah kelompok usia 50 tahun ke atas. Penelitian menyatakan bahwa 4%-7% dari epitel ginjal dewasa terkena onkositoma ginjal.3 Seseorang yang terkena onkositoma ginjal biasanya hidup berdampingan dengan karsinoma sel ginjal atau biasa disebut Renal Cell Carcinoma (RCC).3 Tumor jinak ini memang bisa berkembang menjadi sangat besar dan menyerang kedua ginjal (Tumor Bilateral) tetapi penderita Onkositoma ginjal jarang terkait dengan gagal ginjal.3
Dari keseluruhan penderita tumor ginjal, terdapat 3-5% yang memiliki kasus onkositoma.2

E. Tanda Gejala
Kebanyakan penderita onkositoma ginjal tidak merasakan adanya gejala atau tanda sebelum menyadari keberadaan penyakit tersebut. Namun, gejala yang umumnya timbul adalah nyeri perut, nyeri panggul, adanya darah dalam urin atau biasa disebut hematuria, dan penambahan massa perut.1
Bahkan, mayoritas penderita onkositoma ginjal menyadari keberadaan tumor tersebut secara kebetulan saat sedang melakukan pencitraan untuk diagnosis penyakit lain seperti saat ultrasound atau computed tomography.1

F. Tata Laksana
Onkositoma ginjal yang merupakan tumor jinak sangat jarang terjadi metastasis. Walau kebanyakan tumor jinak tidak memerlukan pengobatan kecuali tumor yang dirasakan tersebut mengganggu dan menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, akan menjadi sulit dalam mendeteksi onkositoma ginjal dan membedakannya dengan karsinoma sel ginjal (RCC) hanya dengan tes pencitraan diagnostik saja.1
Oleh karena itu, diperlukan pembedahan untuk mengkonfirmasi diagnosis akan keberadaan penyakit. Sebagian ahli menyebutkan bahwa onkositoma adalah prakanker dan memberi rekomendasi untuk langsung mengeluarkannya secara operasi. Jika onkositoma ginjal pada penderita sangat dicurigai dan memungkinkan timbul penyakit yang lebih lanjut sebelum operasi, prosedur seperti nefrektomi parsial bisa dilakukan atau eksisi yang bersifat kuratif.1
Diagonisis awal dari onkositoma ginjal biasanya dicurigai berdasarkan hasil pada studi pencitraan seperti computed tomography (CT Scan), ultrasound ginjal, angiogram, dan / atau magnetic resonance imaging (MRI Scan).4 Ketelitian sangat diperlukan dalam membaca hasil pencitraan karena sangat sulit dalam membedakan antara onkositoma ginjal dengan karsinoma sel ginjal (RCC).1 Belum ada temuan klinis, radiologi, dan/atau laboratorium spesifik yang dapat membedakannya, diagnosis pasti hanya bergantung pada pemeriksaan histologis. Dalam mengonfirmasi hasil diagnosis agar lebih tepat, biopsi, aspirasi jarum halus, dan/atau pembedahan biasanya diperlukan.
Tes genetik tidak tersedia bagi penderita onkositoma ginjal yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya terdahulu. Namun, tes genetic bisa menjadi sebuah opsi jika penderita berkerabat atau memiliki sejarah riwayat penyakit keluarga dengan seseorang yang menderita sindrom genetic Birt-Hogg-dube atau Tuberous sclerosis.1
Progonosis bagi penderita onkositoma ginjal secara sporadic (tidak memiliki riwayat penyakit keluarga yang sejenis) secara umum terbilang bagus. Setelah operasi pengangkatan onkositoma ginjal, tumor jinak tersebut pada umumnya tidak kembali. Onkositoma ginjal juga tidak mempengaruhi panjang pendeknya umur seseorang.1

G. Diagnosis
Onkostioma ginjal umumnya terkait dengan tiga kelainan genetic yang khas, tetapi dalam beberapa kasus tidak ada kelainan kromosom yang terdeteksi. Tiga kelainan genetic tersebut antara lain adalah hilangnya kromosom Y, translokasi di daerah 11q13, dan/atau kelainan genetic seperti trisomi, monosomi, dan/atau hilangnya heterozigositas.4
Secara mikroskopis, onkositoma ginjal berbentuk seperti pulau yang tersusun atas sel onkosit dengan sitoplasma yang bersifat eosinofilik kasar. Onkositoma tersebut memiliki bentuk seperti nucleus bulat, vesikuler, dan ditandai dengan polimorfisme yang meliputi tubular, asinar, padat, kistik, dan pola bersarang.6